Perjalanan Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 menuai banyak apresiasi. Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, termasuk sosok yang melihat adanya perkembangan signifikan dari skuad yang kini ditangani John Herdman.
Meski harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah tipis dari Bulgaria pada laga final di Stadion Gelora Bung Karno, performa tim dinilai mengalami peningkatan yang cukup jelas. Dari segi permainan, Indonesia tampil lebih berani dan kompetitif dibanding sebelumnya.
Perubahan paling mencolok terlihat dari gaya bermain yang lebih ofensif. Tim menunjukkan intensitas serangan yang tinggi, walau hasil akhir belum sepenuhnya sesuai harapan.
Perubahan Gaya Bermain Lebih Progresif
Pendekatan yang diterapkan John Herdman menitikberatkan pada penguasaan bola secara kolektif dan permainan dinamis. Hal ini menjadi pembeda dibanding era Shin Tae-yong yang cenderung mengandalkan organisasi bertahan.
Tim nasional kini tampil lebih aktif dalam membangun serangan, dengan rotasi posisi yang rapi serta distribusi bola yang lebih akurat. Para pemain juga menunjukkan kepercayaan diri tinggi saat menguasai permainan.
Dukungan Materi Pemain Berkualitas
Keberhasilan menerapkan gaya bermain baru tidak lepas dari kualitas individu para pemain. Sejumlah pilar utama berkarier di kompetisi Eropa, seperti Jay Idzes dan Emil Audero di Serie A, Kevin Diks di Bundesliga, serta Calvin Verdonk dan Justin Hubner di Eredivisie.
Kombinasi pengalaman internasional tersebut membuat tim mampu menjalankan skema permainan menyerang dengan lebih efektif. Serangan yang dibangun pun variatif dan melibatkan banyak lini, menciptakan permainan yang lebih atraktif.
Kekalahan Jadi Bagian dari Proses
Hasil kurang maksimal di partai final tetap menyisakan evaluasi. Namun, bagi Achsanul Qosasi, kekalahan dari tim Eropa seperti Bulgaria justru menjadi bagian penting dalam proses pembentukan tim.
Ia menilai perkembangan ini sebagai fondasi awal yang menjanjikan. Dukungan dan kesabaran publik sangat dibutuhkan agar proyek jangka panjang bersama John Herdman dapat berjalan optimal, terutama setelah kegagalan di era Patrick Kluivert dalam upaya menuju Piala Dunia 2026.
Momentum Menuju Target Besar
Turnamen FIFA Series 2026 dianggap sebagai titik awal kebangkitan. Timnas Indonesia kini diarahkan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar, termasuk persiapan menuju Piala Asia 2027.
Optimisme pun mulai tumbuh kembali, seiring dengan performa tim yang menunjukkan arah positif di bawah kepemimpinan pelatih baru.


