Persita Tangerang mulai menunjukkan arah ambisi yang lebih jelas menjelang fase akhir Super League 2025/2026. Tim yang sempat dianggap sebagai kuda hitam kini justru tampil sebagai salah satu penantang serius di papan atas. Berada di posisi kelima klasemen, skuad asuhan Carlos Pena melihat peluang terbuka untuk menembus empat besarโsebuah target yang bukan hanya soal prestasi domestik, tetapi juga pintu menuju kompetisi internasional.
Dari sudut pandang manajemen, target tersebut bukan sekadar wacana. Presiden klub, Ahmed Zaki Iskandar, menegaskan bahwa Persita ingin melangkah lebih jauh dengan membuka peluang tampil di ajang luar negeri, seperti Shopee Cup atau turnamen internasional lainnya. Dengan sembilan pertandingan tersisa, setiap laga kini memiliki nilai yang sangat krusial. Dukungan suporter pun menjadi faktor penting yang terus dijaga, karena energi dari tribun diyakini mampu menjaga motivasi pemain tetap stabil di tengah tekanan akhir musim.
Meski sempat dihadapkan pada situasi yang kurang ideal terkait kondisi markas mereka, Persita berusaha menjaga fokus tetap pada target utama. Manajemen berharap gangguan di luar lapangan tidak memengaruhi mental tim yang sedang berada dalam tren positif. Dengan posisi yang masih memungkinkan untuk naik ke empat besar, Persita kini berada di titik di mana konsistensi dan ketahanan mental akan menjadi penentu apakah mereka mampu mengubah status โkuda hitamโ menjadi pesaing nyata di papan atas hingga akhir musim.
Persita Naik Level
Perjalanan Persita Tangerang musim ini terasa seperti loncatan besar dibandingkan musim-musim sebelumnya. Jika tahun lalu mereka hanya finis di papan tengah, kini Pendekar Cisadane justru tampil lebih berani dan konsisten menghadapi tim-tim besar. Sejak awal kompetisi, mereka sudah memberi sinyal bahwa musim ini akan berbedaโderetan kemenangan di fase awal, termasuk saat menaklukkan tim-tim kuat seperti Persib Bandung dan Arema FC, menjadi bukti bahwa Persita bukan lagi sekadar pelengkap di Liga 1.
Momentum tersebut terus terjaga hingga pertengahan musim, salah satunya lewat kemenangan meyakinkan 2-0 atas Borneo FC yang semakin mengangkat kepercayaan diri tim. Dari sudut pandang manajemen, performa ini bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik sejak Persita kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Konsistensi permainan, keberanian menghadapi tekanan, serta hasil yang mulai stabil membuat musim ini terasa spesial dibandingkan perjalanan mereka sebelumnya.
Jika ditarik ke belakang, progres Persita memang terlihat bertahap namun signifikan. Sejak promosi pada musim 2019/2020, mereka sempat berjuang di papan bawah sebelum perlahan naik ke papan tengah. Posisi ke-14, lalu ke-12, sempat naik ke-9, kemudian turun lagi, hingga akhirnya kembali stabil di peringkat ke-11 musim lalu. Kini, grafik tersebut seperti mencapai titik puncaknyaโdi mana Persita tidak hanya bertahan, tetapi mulai menantang posisi elit dan membuka peluang mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan klub.


