PSIM Yogyakarta membawa ambisi besar ketika berjumpa Persija Jakarta pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Laskar Mataram untuk menghentikan tren negatif yang membayangi performa mereka dalam beberapa laga terakhir.
Duel antara PSIM dan Persija dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Rabu sore. Pertemuan kedua tim diperkirakan berjalan ketat mengingat masing-masing memiliki kualitas permainan yang cukup berimbang.
Saat ini, PSIM tengah berada dalam periode sulit setelah tidak mampu meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Rentetan hasil tersebut membuat posisi mereka tertahan di papan tengah klasemen sementara dengan koleksi 38 poin.
Pelatih Jean-Paul van Gastel menargetkan timnya segera kembali ke jalur kemenangan. Ia bahkan sempat menyampaikan pendekatan unik sebagai bentuk motivasi, dengan menekankan pentingnya peran tambahan di luar sebelas pemain inti, yang merujuk pada dukungan kolektif tim dan suporter.
Laga Kandang Rasa Tandang Jadi Sorotan
Selain fokus pada hasil pertandingan, pelatih asal Belanda itu juga menyoroti situasi laga yang tidak digelar di Yogyakarta. Awalnya, pertandingan direncanakan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, namun harus dipindahkan ke Bali karena faktor perizinan keamanan.
Kondisi tersebut dianggap merugikan karena PSIM kehilangan keuntungan bermain di kandang sendiri. Absennya dukungan langsung dari suporter di markas membuat atmosfer pertandingan dipastikan berbeda dari yang diharapkan.
Van Gastel menilai laga kontra tim besar seperti Persija seharusnya menjadi momen spesial bagi klub dan pendukung. Namun, perubahan lokasi membuat kesempatan tersebut tidak dapat dirasakan secara maksimal oleh semua pihak yang terlibat.
Evaluasi Performa dan Hilangnya Poin Penting
Dari sisi teknis, kondisi fisik pemain disebut tidak menjadi masalah menjelang pertandingan. Seluruh skuad dinilai berada dalam keadaan siap tampil dan telah menjalani musim dengan kerja keras yang konsisten.
Meski demikian, pelatih berusia 53 tahun itu menaruh perhatian pada banyaknya poin yang gagal diamankan sepanjang putaran kedua musim. Penurunan performa ini cukup kontras dibandingkan pencapaian mereka di paruh pertama kompetisi.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, PSIM kerap berada dalam posisi yang hampir meraih kemenangan, namun hasil akhir justru tidak berpihak. Situasi ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar tim mampu kembali bersaing secara optimal.
Target utama tim memang tetap menghindari zona degradasi, tetapi performa yang menurun membuat pelatih merasa belum puas dengan pencapaian di fase kedua musim ini.
Ze Valente Optimistis PSIM Mampu Bersaing
Gelandang PSIM, Ze Valente, mengakui bahwa waktu persiapan tim cukup terbatas karena padatnya jadwal pertandingan. Fokus utama tim saat ini lebih kepada pemulihan kondisi sebelum kembali bertanding.
Meski memiliki waktu persiapan yang singkat, ia memastikan seluruh pemain siap menghadapi tantangan dari Persija. Menurutnya, kedua tim memiliki karakter permainan yang sama-sama mengandalkan penguasaan bola dan kontrol permainan.
Dengan kualitas yang dimiliki masing-masing tim, pertandingan diprediksi berlangsung menarik. Ze Valente juga menunjukkan keyakinan bahwa PSIM mampu memberikan perlawanan dan bersaing di level yang tinggi dalam laga tersebut.


