Kabar mengenai tambahan bonus untuk skuad Persib Bandung mencuat di penghujung Super League 2025/2026. Informasi tersebut disampaikan oleh Dedi Mulyadi yang menyebut adanya dukungan dana dari Maruarar Sirait. Bonus bernilai miliaran rupiah itu disebut akan diberikan apabila tim mampu meraih hasil maksimal dalam sisa pertandingan musim ini.
Rencana tersebut justru memicu beragam respons dari kalangan suporter. Sebagian Bobotoh menilai pengumuman bonus yang disampaikan secara terbuka berpotensi membawa nuansa di luar sepak bola, termasuk dugaan kepentingan tertentu yang memanfaatkan popularitas klub. Reaksi tersebut terlihat jelas saat laga kandang, ketika sebuah spanduk bernada protes dibentangkan di tribun.
Reaksi Suporter dan Munculnya Polemik
Alih-alih disambut positif, publikasi terkait bonus justru memunculkan kritik dari fans. Banyak yang menganggap langkah tersebut tidak sepenuhnya relevan dengan kebutuhan tim di lapangan. Bahkan, bentuk ketidaksetujuan ditunjukkan melalui banner bertuliskan pesan keras yang muncul di stadion saat pertandingan berlangsung.
Situasi ini memperlihatkan adanya jarak pandangan antara pihak yang mengumumkan bonus dan sebagian pendukung setia tim. Bagi suporter, fokus utama tetap pada performa dan independensi klub, bukan pada aspek eksternal yang dianggap berpotensi mengganggu konsentrasi.
Fokus Pelatih pada Performa Tim
Di tengah dinamika tersebut, pelatih Bojan Hodak memilih untuk tidak larut dalam polemik. Ia menegaskan bahwa bonus merupakan hal yang lazim dalam dunia sepak bola profesional dan tidak perlu dibesar-besarkan. Baginya, insentif tambahan justru bisa menjadi motivasi bagi pemain untuk mempertahankan performa.
Dengan posisi tim yang masih berada di puncak klasemen, fokus utama tetap diarahkan pada konsistensi permainan. Sisa pertandingan yang ada menjadi penentu bagi langkah Persib dalam mengamankan target musim ini, sehingga stabilitas tim menjadi prioritas utama dibanding isu di luar lapangan.


