Bali United mulai menunjukkan kebangkitan setelah meraih kemenangan besar 6-1 atas PSBS Biak pada pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Dipta. Hasil mencolok tersebut menjadi indikasi meningkatnya kepercayaan diri Serdadu Tridatu setelah melalui periode yang tidak konsisten.
Meski demikian, kemenangan telak ini menyimpan dua sisi. Di satu sisi menjadi modal positif, namun di sisi lain bisa menjadi jebakan jika membuat tim terlena. Tantangan besar sudah menanti, karena pada laga berikutnya Bali United akan menghadapi Persib Bandung di kandang lawan.
Persib sendiri datang dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih kemenangan 2-0 atas Semen Padang. Keunggulan Maung Bandung semakin terasa karena diraih di laga tandang dengan dukungan penuh suporter tuan rumah, berbeda dengan Bali United yang bermain tanpa penonton akibat sanksi.
Selain itu, kemenangan besar Bali United terasa kurang sempurna karena lawan yang dihadapi merupakan tim juru kunci klasemen. Situasi internal seperti isu keterlambatan gaji juga turut menjadi bayang-bayang yang berpotensi memengaruhi stabilitas tim.
Fokus Hadapi Persib Bandung
Kendati meraih hasil mencolok, Bali United tetap dituntut menjaga fokus penuh jelang duel melawan Persib. Tim asal Bandung tersebut dalam beberapa musim terakhir kerap menjadi lawan yang sulit ditaklukkan oleh Serdadu Tridatu.
Saat ini Persib juga tengah berada di puncak klasemen sementara, yang semakin menegaskan kualitas mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara. Oleh karena itu, Bali United perlu meningkatkan performa jika ingin membawa pulang poin dari laga tandang tersebut.
Pengalaman pada pertemuan sebelumnya juga menjadi pelajaran penting. Bali United sempat tampil dominan, namun harus kehilangan keunggulan akibat bermain dengan jumlah pemain yang berkurang. Situasi tersebut menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang kembali.
Potensi Perubahan Strategi
Dari sisi taktik, ada kemungkinan Bali United kembali melakukan eksperimen seperti saat menghadapi PSBS Biak. Pada laga tersebut, mereka memulai pertandingan tanpa penyerang murni dan mengandalkan pergerakan pemain sayap serta second striker.
Diego Campos bersama M. Rahmat dan Rahmat Arjuna menjadi pilihan utama di lini depan pada babak pertama. Pendekatan ini mengandalkan mobilitas dan kecepatan, meski minim kehadiran target man di kotak penalti.
Perubahan baru terlihat di babak kedua ketika penyerang murni dimasukkan untuk menambah daya gedor. Strategi fleksibel seperti ini bisa kembali diterapkan, tergantung kebutuhan tim saat menghadapi kekuatan Persib yang lebih solid di semua lini.


