Chat with us, powered by LiveChat

Semen Padang Tumbang dari Persijap, Pelatih Akui Peluang Bertahan di Liga Kian Tipis: โ€œSaya Bukan Pesulapโ€

Semen Padang

Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, menilai peluang timnya untuk keluar dari zona degradasi kian mengecil setelah mengalami kekalahan dari Persijap Jepara pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Hasil tersebut menjadi pukulan berat bagi Kabau Sirah dalam upaya bertahan di kasta tertinggi.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin sore, Semen Padang harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 0-2. Gol Persijap dicetak pada babak pertama melalui Rendi Saepul dan Carlos Franca, yang mampu memanfaatkan peluang secara efektif.

Kekalahan ini memicu kekecewaan besar, baik dari sisi tim maupun para pendukung. Imran menilai timnya gagal memaksimalkan kesempatan yang ada, sementara lawan justru tampil lebih efisien dalam penyelesaian akhir.

Minim Peluang Jadi Kendala Utama

Dalam pertandingan tersebut, Semen Padang kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Kondisi ini menjadi faktor utama yang membuat mereka gagal mencetak gol. Sebaliknya, Persijap mampu memanfaatkan peluang yang dimiliki menjadi gol, sehingga menentukan hasil akhir pertandingan.

Imran menilai situasi seperti ini merupakan bagian dari dinamika sepak bola, di mana efektivitas menjadi pembeda utama antara kemenangan dan kekalahan.

Enam Laga Tersisa Jadi Penentuan

Meski berada dalam tekanan, Semen Padang masih memiliki enam pertandingan tersisa untuk memperbaiki posisi di klasemen. Imran tetap mengapresiasi kerja keras para pemain yang telah berjuang sepanjang laga, meskipun hasil akhir belum berpihak.

Saat ini, Semen Padang berada di peringkat ke-17 dengan raihan 20 poin. Mereka tertinggal enam angka dari Madura United yang berada di batas aman, membuat setiap laga ke depan menjadi sangat krusial.

Tekanan Degradasi Semakin Nyata

Situasi yang dihadapi Kabau Sirah semakin sulit setelah kekalahan ini. Imran menyadari tantangan besar yang dihadapi timnya, namun tetap berkomitmen untuk bertanggung jawab atas performa tim tanpa menyalahkan pemain.

Ia menegaskan bahwa perjalanan tim di sisa musim tidak akan mudah, tetapi upaya maksimal akan terus dilakukan demi menjaga peluang bertahan di liga.

Tantangan Berat di Akhir Musim

Imran juga menyadari bahwa sejak awal menerima posisi sebagai pelatih, ia sudah memahami risiko besar yang harus dihadapi. Menangani tim yang berada di papan bawah menjelang akhir musim menjadi pekerjaan yang kompleks, terutama dengan komposisi pemain yang bukan sepenuhnya pilihannya.

Meski demikian, ia tetap berkomitmen menjalankan tugas secara profesional hingga akhir musim, dengan memaksimalkan potensi skuad yang ada demi hasil terbaik.